Negosiasi Cerdas

Setiap manusia pasti memiliki konflik yang terjadi pada dirinya. Cara untuk mengatasi konflik ini dinamakan negosiasi. Kemampuan kita mangatasi konflik didasari oleh keterampilan kita bernegosiasi. Negosiasi adalah suatu keterampilan yang dapat dikembangkan. Ada yang memiliki bakat negosiasi yang besar dalam dirinya, ada juga yang tidak. Bagi teman-teman yang kurang memiliki bakat tersebut, mari belajar Negosiasi Cerdas.

Negosiasi bermakna  adanya komunikasi dua arah untuk mencapai suatu kesepakatann yang dapat diterima oleh masing-masing pihak. sebelum bernegosiasi teman-teman harus mengetahui terlebih dahulu jenis dari negosiasi. Secara umum negosiasi dikelompokan kedalam 2 jenis.

  1. Negosiasi Kompetitif : yaitu terjadinya keadaan yang tidak ramah, dan masing-masing pihak menekan habis-habisan untuk mendapatkan tawaran yang terbaik. Terjadinya kecenderungan ke arah tidak adanya titik keseimbangan atau kedua belah pihak saling bersaing. Tips dalam menghadapi keadan seperti ini adalah dengan harus Waspada, informasi dan masalah-masalah yang penting harus dijaga kerahasiaannya dengan segala cara. Tips yang kedua adalah mencoba menang melalui persaingan yang sehat dan taktik yang cerdik. Tips yang ketiga adalah dengan penguasaaan atau pengambilalihan yang menyeluruh.
  2. Negosiasi Kooperatif :   pendekatan ini cenderung menghasilkan hasil terbaik, karena terjadi komunikasi yang lebih baik di antara semua yang terlibat. Disamping itu, dapat membina hubungan jangka panjang yang lebih baik. Tips-tips yaitu mempertimbangkan sejumlah alternatif bagi tiap permasalahan, menggunakan pertanyaan terbuka (tidak hanya dijawab ya atau tidak), mampu mendatangkan keuntungan bagi pihaknya tanpa banyak mengadakan konflik dengan pihak lawan atau menghabiskan energi hanya untuk satu masalah. Disisi lain, jangan terburu-buru mengambil tindakan. Pahami informasi dan kebutuhan pihak lawan secara menyeluruh sebelum mengambil tindakan atau memutuskan konfrontasi.

Negosiasi dalam media apapun, baik secara tatap muka langsung, di telepon, atau pun melalui e-mail memiliki kesamaan prinsip-prinsip yang tidak akan pernah berubah, yaitu :

  • Melakukan Persiapan yang baik dan cermat : miliki semua informasi yang diperlukan dan siap dipresentasikan, demikian juga dengan informasi koresponden yang terkait laiinya harus sudah dimiliki. Jika perlu cetak semua email yang memiliki relevansi dengan negosiasi sebagai upaya berjaga-jaga jika diperlukan.
  • Tetapkan tujuan dengan jelas beserta dengan SMART targetnya : buat skenario yang ideal dan realistis, dari yang terburuk sekalipun, asalkan masih bisa memberikan sesuatu yang berharga.
  • Sampaikan secara jelas dan minta penjelasan dari pihak terkait : hindari kata keragu-raguan, atau menurut pendat saya. Apabila tidak yakin mintalah dijelaskan lagi.
  • Bersiaplah untuk Flexibel : apabila berharap orang lain berkompromi, diperlukan kesiapan untuk berkompromi juga.
  • Buat ringkasan secukupnya : agar semua orang merasa jelas dengan semua kesepakatan dan langkah tindak lanjut apa yang diperlukan.
Selamat belajar Pemuda Indonesia!

reference:Prasetyono, D. (2008). Cara Instan Pintar Lobi dan Negosiasi. Jogjakarta : Think Jogjakarta

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: